Sosialisasi SPIP Terintegrasi dan Manajemen Resiko Tahun 2026
| Kecamatan Perajuritkulon Kota Mojokerto | |
| Pemerintah Kota Mojokerto | |
| Kecamatan Perajuritkulon Kota Mojokerto | |
| 203 |
Pendaftaran Berakhir
Hanya email yang sudah terdaftar sebelumnya yang bisa masuk kedalam kegiatan Silahkan login untuk mengikuti eventDalam kegiatan ini peserta akan mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi dan Manajemen Risiko sebagai instrumen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Adapun materi yang akan dibahas meliputi:
1. Konsep Dasar SPIP Terintegrasi
Pembahasan mengenai pengertian, tujuan, prinsip, serta urgensi penerapan SPIP Terintegrasi dalam lingkungan pemerintahan. Materi ini akan mengulas bagaimana SPIP menjadi bagian dari budaya kerja organisasi untuk mendukung pencapaian sasaran strategis instansi pemerintah.
2. Penguatan Manajemen Risiko Organisasi
Peserta akan memahami konsep manajemen risiko sebagai proses sistematis dalam mengenali, menilai, mengendalikan, dan memantau berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.
3. Identifikasi, Analisis, dan Evaluasi Risiko
Materi mencakup teknik mengenali sumber risiko, pemetaan risiko, analisis tingkat kemungkinan dan dampak risiko, hingga evaluasi prioritas risiko yang memerlukan tindak lanjut pengendalian.
4. Strategi Pengendalian dan Mitigasi Risiko
Pembahasan mengenai langkah-langkah pengendalian risiko, penyusunan rencana mitigasi, serta strategi penguatan pengawasan internal untuk meminimalisir hambatan dalam pelaksanaan program dan pelayanan publik.
5. Implementasi SPIP dan Manajemen Risiko di Lingkungan Pemerintah Daerah
Penerapan praktis SPIP Terintegrasi dan manajemen risiko dalam proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi kinerja perangkat daerah.
6. Peran dan Tanggung Jawab ASN dalam Penerapan SPIP
Peserta akan memperoleh pemahaman mengenai peran pimpinan, pejabat struktural, pejabat fungsional, serta pelaksana dalam membangun budaya sadar risiko dan pengendalian internal yang berkelanjutan.
7. Praktik Baik (Best Practice) Tata Kelola Pemerintahan
Penyampaian contoh implementasi penerapan pengendalian internal dan manajemen risiko yang efektif untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pencapaian kinerja organisasi.
